NEWS UPDATE :  

Berita

ARTIKEL ILMIAH PEMBELAJARAN BLANDED DI SMP NEGERI 1 BRINGIN PADA MATERI TEKS PROSEDUR BERBASIS MODUL DAN MEDIA ONLINE

ARTIKEL ILMIAH

PEMBELAJARAN BLANDED DI SMP NEGERI 1 BRINGIN PADA MATERI TEKS PROSEDUR BERBASIS MODUL DAN MEDIA ONLINE

 

 

 

 

 


 

 

 

 

Disusun Oleh: 

Rumidah, S.Pd.

 

 

 

 

 

SMP NEGERI 1 BRINGIN TAHUN PELAJARAN 2019/2020



 

 

 

 

PEMBELAJARAN BLANDED DI SMP NEGERI 1 BRINGIN PADA MATERI TEKS PROSEDUR BERBASIS MODUL DAN MEDIA ONLINE

Rumidah

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Bringin Kabupaten Semarang rumida@ymail.com

ABSTRAK

Pembelajaran blanded merupakan gabungan dari pembelajaran daring dan luring. Penulisan artikel ini bertujuan mengetahui proses pembelajaran blanded sebagai upaya meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VII SMP Negeri

1 Bringin. Guna mendeskripsikan peningkatan prestasi peserta didik SMP Negeri 1 Bringin. Metode penelitian deskriptif yakni mendeskripsikan kegiatan yang dilakukan dengan membuat gambaran keadaan objek dengan rinci. Tahapan pembelajaran: peserta didik menerima modul, mempelajari modul didampingi media di blog, mengerjakan LKPD. Kemudian peserta didik mengirim video menyajikan teks prosedur melalui google form. Peserta didik melaksanakan (PHT) secara daring. Berdasarkan respon PHT pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VII dari 287 peserta didik. Nilai tertinggi adalah 90, nilai terendah 65, sehingga diperoleh rata-rata PHT 75. Rata-rata ini melampaui KKM mata pelajaran bahasa Indonesia yakni 72. Dari hasil PHT ini dapat simpulkan bahwa dengan pembelajaran blanded peserta didik mampu mencapai tujuan pembelajaran dengan baik. Respon peserta didik dalam mengikuti PHT meningkat signifikan yakni 97%.

 

Indonesia menjadi salah satu negara terpapar positif virus corona (Covid-19). Kasus pertama yang terjadi di Tanah Air pada Maret lalu. Hal ini memberikan dampak yang luar biasa di bidang pendidikan. Semenjak virus ini muncul di Indonesia, pemerintah membatasi segala bentuk hubungan sosial yang ada di masyarakat hingga pelaksanaan pembelajaran yang seyogyanya dilakukan secara tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Pembelajaran jarak jauh adalah pendidikan formal berbasis lembaga yang peserta didik dan guru berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya dan berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamnya. Sistem pembelajaran ini menjadi solusi di saat pendemi berlangsung. Melalui PJJ guru dapat memberikan pembelajaran tanpa berinteraksi dengan peserta didik secara langsung. Hal ini sejalan dengan himbauan pemerintah bahwa selama pandemi corona, masyarakat harus menjaga jarak (social distancing) dan meminimalkan kontak fisik (physical distancing).

Kondisi ini menjadi stimulus bagi para guru termasuk guru di SMP Negeri 1 Bringin untuk memilih pembelajaran yang tepat. Bagaimana guru merencanakan, melaksanakan, dan memberikan penilaian pembelajaran


 

 

terhadap peserta didik secara PJJ. Berdasarkan data yang kami peroleh pembelajaran murni daring menunjukkan respon rendah. Hal ini disebabkan karena 50% peserta didik tidak memiliki sarana pendukung PJJ. Peserta didik tidak memiliki handphone (HP) android, terkendala oleh signal jaringan yang tidak stabil, ketersediaan kuota dan minimnya motivasi belajar bagi peserta didik saat berada di rumah. Fenomena ini berdampak pada daya serap peserta didik terhadap pembelajaran menjadi rendah. Oleh karena itu, sekolah kami menerapkan pembelajaran blanded untuk meningkatkan respon peserta didik dan hasil belajar mereka.

Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalah dalam artikel ini: (1) Bagaimana proses pembelajaran menyajikan teks Prosedur dengan menerapkan pembelajaran blanded pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Bringin dan (2) Bagaimana keefektifan pembelajaran blanded terhadap hasil belajar peserta didik SMP Negeri 1 Bringin pada materi menulis teks prosedur?

Adapun Tujuan penulisan artikel ini: (1) Untuk mengetahui proses pembelajaran blanded sebagai upaya meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Bringin. (2) Mendeskripsikan peningkatan prestasi peserta didik SMP Negeri 1 Bringin setelah mengikuti pembelajaran blanded.

Manfaat penulisan artikel ini diperoleh informasi bahwa pembelajaran blanded dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Adapun, secara praktis artikel ini bermanfaat bagi berbagai pihak. Manfaat bagi peserta didik: peserta didik mengalami proses belajar yang bermakna, menyenangkan, aktif, kreatif dalam melaksanakan proses pembelajaran. (2) Peserta didik dapat menyajikan teks prosedur baik secara lisan maupun tulisan. Manfaat bagi guru: menambah khazanah tentang model, dan media pembelajaran di masa pandemi. Sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Manfaat bagi sekolah: pembelajaran dapat terlaksana dengan baik tanpa mengabaikan kondisi pandemi, sehingga para peserta didik aman dalam belajar dan guru tetap menyampaikan pembelajaran terhadap peserta didik tanpa ada rasa khawatir terpapar Covid-19.

Teori yang mendasari penulisan artikel ini adalah sebagai berikut:

(1) istilah daring “dalam jaringan” sebagai pengganti kata online. pembelajaran daring adalah metode belajar yang menggunakan model interaktif berbasis internet. (2) Adapun, Istilah luring   “luar   jaringan”   sebagai   pengganti kata offline. Pembelajaran luring adalah pembelajaran yang tidak terhubung jaringan internet. Sistem pembelajaran luring dengan menggunakan modul dan media berupa video. (3) Secara entimologi istilah blanded learning terdiri dari dua kata blended dan learning. Kata blend berarti “campuran, bersama untuk meningkatkan kualitas agar bertambah baik” (Collins Dictionary), atau formula suatu penyelarasan kombinasi atau perpaduan. Sedangkan learning memiliki


 

 

makna umum yakni belajar. Dengan demikian, sepintas mengandung unsur percampuran atau penggabungan antara satu pola dengan pola lainnya. (4) Media pembelajaran sebagai suatu alat bantu dalam proses belajar dan pembelajaran adalah suatu kenyataan yang tidak bisa dipungkiri keberadaannya.

(5) Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang digunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain menurut Tarigan (2008: 3). (6) Sehubungan dengan tujuan penulisan, maka Hugo Hartig (melalui Tarigan, 2008: 25) merangkumnya menjadi beberapa bagian, yaitu menulis bertujuan untuk memberitahukan, memberikan informasi, mengekspesikan perasaan, pikiran, memberikan hiburan yang dapat memberikan pengaruh kepada orang yang pembaca. (7) Teks prosedur merupakan teks yang berisi cara, tujuan untuk membuat atau melakukan sesuatu hal langkah demi langkah yang tepat secara berurut sehingga menghasilkan suatu tujuan yang diinginkan.

Rendahnya respon peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Bringin dalam PJJ murni daring disebabkan oleh faktor peserta didik dan guru. Dari faktor peserta didik, mereka mengalami kesulitan saat pembelajaran murni daring. Di samping itu motivasi belajar peserta didik kurang positif. Misalnya: peserta didik cenderung asyik bermain gawai, bermain game, dan merasa lelah. Berikut kerangka berpikir pembelajaran blanded sebagai upaya untuk meningkatkan respon pembelajaran dan hasil belajar peserta didik.

Guru: Belum

 

Peserta didik:

menerapkan

memberikan respon

pembelajaran blanded.

pembelajaran yang

 

 

rendah dengan hasil

 

belajar kurang baik.

 

 

 

 


Gambar skema kerangka berpikir


 

 

Hipotesis pembelajaran. Rendahnya respon peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Bringin dalam pembelajaran PJJ dapat diatasi dengan pembelajaran blanded sehingga respon pembelajaran pada menyajikan teks prosedur dapat meningkat dan hasil belajar dalam menyajikan teks prosedur menjadi baik.

Melihat fenomena ini, sekolah kami SMP Negeri 1 Bringin, menerapkan model pembelajaran blanded, yakni gabungan daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan). Bentuk pembelajaran ini, guru menyiapkan modul, media berupa video pembelajaran, dan penilaian harian. Untuk pendistribusian modul, peserta didik menerima hard modul yang disampaikan oleh guru pembimbing ke kelompok wilayah. Peserta didik melihat video pembelajaran melalui link yang ditautkan di blogger kemudian alamat link dibagi melalui whatsapp grup (WAG). Adapun untuk mengerjakan penilaian harian dapat dilakukan melalui link google form atau Microsoft365.

Pembelajaran blanded di SMP Negeri 1 Bringin membagi kelas berdasarkan wilayah, untuk kelas VII A beranggotakan peserta didik dari desa Plumutan, Jlumpang, dan Bancak kemudian kelas ini dibagi menjadi tiga kelompok kecil yang terdiri atas 10 sampai dengan 13 peserta didik. Kelompok kecil ini adalah (1) kelompok VII A Plumutan, (2) kelompok VII A Jlumpang, dan (3) kelompok VII A Bancak. Pembagian ini mengacu aturan pemerintah untuk membatasi mobilitas peserta didik. Pembagian kelas perwilayah berfungsi untuk mempermudah peserta didik menerima modul pembelajaran dan menerima bimbingan belajar oleh guru mata pelajaran. Sebelum bimbingan belajar dimulai, para peserta mencuci tangan memakai sabun, memakai masker, menggunakan pelindung wajah (faceshiled) dan menjaga jarak.

Proses pembelajaran blanded berlangsung melalui beberapa tahapan yakni, peserta peserta didik menerima modul, setelah mempelajari modul tersebut peserta didik mengerjakan LKPD, LKPD yang telah dikerjakan kemudian diserahkan kepada guru pembimbing di pertemuan selanjutnya. Dua kegiatan ini dilaksanakan secara luring dan untuk mengumpulkan tugas melalui link dilaksanakan secara daring, peserta didik mengirim video menyajikan teks prosedur. Di akhir pembelajaran peserta didik melaksanakan Penilaian Harian Terpadu (PHT) secara daring. Dengan melaksanakan pembelajaran blanded mampu meminimalisir mobilitas peserta didik, mengatasi kesulitan untuk daring dan dapat meningkatkan proses pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi lebih terarah dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Berikut contoh pembelajaran blanded pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VII SMP Negeri 1 Bringin tahun pelajaran 2020/2021 dengan materi menyajikan teks prosedur. Pada sesi pembagian modul, peserta didik menerima modul teks prosedur dengan materi menyajikan data rangkaian


 

 

kegiatan tentang cara melakukan sesuatu dengan memperhatikan struktur, unsur kebahasaan, dan isi secara lisan dan tulis. Dengan modul tersebut peserta didik mempelajari langkah-langkah membuat teks prosedur. Untuk mendampingi pembelajaran peserta didik dapat mengakses blog yang berisi video pembelajaran. Selanjutnya pada bagian lembar kerja, peserta didik merencanakan membuat disinfektan sederhana atau membuat telur asin kemudian menyajikan dalam bentuk tulisan. Setelah itu mempraktekkan membuat disinfektan sederhana atau membuat telur asin secara lisan melalui video. Video hasil karya mereka akan diuploud melalui google form.

Dengan pembelajaran ini diperoleh hasil pembelajaran yang baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil PHT peserta didik. Berdasarkan respon PHT pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VII dari 287 peserta didik. Nilai tertinggi adalah 90, nilai terendah 65, dan diperoleh rata-rata PHT materi teks prosedur

75. Rata-rata ini sudah melampaui KKM mata pelajaran bahasa Indonesia yakni 72. Dari hasil PHT ini dapat simpulkan bahwa dengan menerapkan pembelajaran blanded peserta didik mampu mencapai tujuan pembelajaran dengan baik. Bahkan respon peserta didik dalam mengikuti PHT meningkat signifikan yakni 97%.

Dengan melihat hasil belajar peserta didik terdapat beberpa kendala yang dihadapi. Kendala pertama adalah jaringan, 1% peserta didik mengalami gagal kirim PHT karena jaringan hilang. Oleh karena itu pihak sekolah memberikan solusi dengan mengarahkan siswa tersebut untuk mengerjakan di laboratorium komputer sekolah. Kendala kedua adalah motivasi keluarga atau lingkungan peserta didik, 2% orang tua peserta didik tidak memahami konsep PJJ sehingga menganggap bahwa kegiatan sekolah libur. Maka pihak sekolah berupaya memberikan sosialisasi kepada orang tua tentang sistem PJJ.

Berdasarkan paparan di atas dapat disimpulkan hal-hal berikut: (1) PJJ dengan murni daring diperoleh respon anak rendah sehingga nilai belajar rendah. (2) Kolaborasi antara daring dan luring, dengan menggunakan modul dan didampingi media menjadikan proses pembelajaran menjadi efektif. (3) PJJ berlangsung dengan memperhatikan protokol kesehatan dari pemerintah untuk meminimalisir dampak covid. (4) Pembelajaran menjadi bermakna untuk peserta didik sehingga respon mereka menjadi meningkat dan hasil belajar menjadi lebih baik. Sehingga pembelajaran ini layak diterapkan di era pandemi dan menyambut era new normal.


 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Prayitno, Wendhie. 2015. Penerapan Blended Learning dalam Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK). Yogyakarta: Widyaiswara LPMP.

 

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

 

Tarigan, Henry Tarigan. 2008. Menulis sebagai Suatu Ketrampilan Berbahasa.

Bandung: Angkasa.


 

 

LAMPIRAN

1.      Foto kegiatan pembelajaran


Gb 1. Bimbingan belajar di kelompok kelas VII A kelompok 1


 

Gb 2. Bimbingan belajar di kelas VII A kelompok 2


 

 

2.      RPP pembelajaran blanded

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BELAJAR DARI RUMAH (RPP BDR)

Nomor 7 Minggu ke - 7

 

Sekolah             : SMP Negeri Bringin           Kelas/Semester : VII /Ganjil Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia          Materi Pokok                        : Teks Prosedur Alokasi Waktu : 1 minggu

 

A.                 Standar Kompetensi/ KD

4.5 Menyajikan data rangkaian kegiatan tentang cara melakukan sesuatu atau membuat sesuatu dengan memperhatikan struktur, unsur kebahasaan, dan isi secara lisan dan tulis.

B.                  Tujuan Pembelajaran

1.                   Peserta didik dapat membuat kerangka teks prosedur berdasarkan kegiatan praktik “Membuat Disinfektan” atau “Membuat Telur Asin” yang dilakukan.

2.                   Peserta didik dapat membuat teks prosedur dengan mengembangkan kerangka teks prosedur yang dibuat menjadi teks prosedur yang utuh dengan memperhatikan struktur dan aspek kebahasaan berdasarkan kegiatan praktik “Membuat Disinfektan” atau “Membuat Telur Asin” yang dilakukan.

C.                 Media Pembelajaran, Alat/Bahan, dan Sumber Belajar

1.                   Media              : WAG (WA Grup), google form, video, dan blog

2.                   Alat/Bahan      : HP android/ gawai, laptop

3.                   Sumber Belajar: Buku Pegangan Siswa (buku paket) dan modul

D.                 Langkah Langkah Pembelajaran

1.                  Kegiatan Pendahuluan

Melakukan pembukaan dengan salam pembuka, berdo’a untuk memulai pembelajaran, dan memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap perilaku melalui grub WA. Menyampaikan motivasi, menjelaskan hal – hal yang akan dipelajari dan tujuan pembelajaran melalui petunjuk modul yang terdapat dalam modul.

2.                  Kegiatan inti

Literasi

Peserta didik membaca bahan ajar tentang teks

prosedur yang terdapat di modul.

Critical thingking

Peserta didik membuat kerangka teks prosedur dan mengembangkan kerangka teks prosedur tersebut menjadi teks prosedur yang lengkap.



 

 

3.      Media pembelajaran blanded

 

 

 

Media       : Video pembelajaran menulis teks prosedur Narator    : Suwarti, M.Pd.

Content    : Suwarti, M.Pd. dan Rumidah, S.Pd. Editor    : Rumidah, S.Pd.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tampilan Video yang telah diproduksi Bersama di tingkat MGMP sekolah

Hasil video ini kemudian diunggah di blog: https://matapelajarankls7.blogspot.com/