SELAMAT DATANG DI SMP NEGERI 1 BRINGIN  •  WELCOME TO SMP NEGERI 1 BRINGIN  • 

SMP NEGERI 1 BRINGIN

VISI SEKOLAH:

Terwujudnya warga sekolah yang bertaqwa, santun, peduli lingkungan, dan berprestasi (Berseri)

MISI SEKOLAH:

  1. Membangun ekosistem sekolah yang relegius dan menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan, kesetaraan, dan saling menghormati dalam keberagaman;
  2. Menumbuhkembangkan budaya ikhlas, kerja keras, dan berkualitas dalam menjalankan tugas, wewenang, dan tanggungjawab;
  3. Menyelenggarakan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dan berdiferensiasi, dengan metode yang inovatif, kreatif, dan inspiratif untuk melayani kebutuhan tumbuhkembang siswa sesuai dengan kodrat alam dan kodrat jamannya;
  4. Melaksanakan penilaian pembelajaran yang berbasis penilaian autentik secara objektif, terpadu, akuntabel, dan edukatif dengan memanfaatkan sistem informasi dan teknologi;
  5. Melaksanakan pembinaan potensi akademik dan non akademik siswa sebagai upaya memenuhi kebutuhan tumbuh kembang siswa dan mempersiapkannya untuk berkompetisi ditingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, dan nasional;
  6. Menerapkan pengelolaan lingkungan hidup sekolah dengan konsep asri dan budaya lingkungan hidup guna mendukung suasana pembelajaran yang nyaman dan berkualitas.

SMPN 1 BRINGIN

Mengapa harus di SMPN 1 Bringin?

Bukan hanya sekadar sekolah, tetapi tempat membangun masa depan. Berikut alasan kuat memilih SMP Negeri 1 Bringin sebagai langkah awal menuju kesuksesan:

IKHLAS MENGABDI BERKAH MENANTI

KOMPAK GUYUB RUKUN SMPN 1 BRINGIN JAYA

  • Langkah Kaki di Tanah Berdebu, Menuju Ruang Operasi yang Bersih

    Di sebuah desa terpencil yang terletak jauh dari hiruk-pikuk kota, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Raka. Rumahnya adalah gubuk kayu sederhana dengan atap seng yang berkarat dan dinding bambu yang berlubang. Setiap pagi, sebelum matahari menampakkan diri, Raka sudah harus berjalan kaki sejauh lima kilometer ke sekolah. Bukan karena ia rajin berolahraga, melainkan karena tidak

    “KLIK DISINI”

  • Layar yang Menyala di Ujung Malam

    Ruangan berukuran tiga kali empat meter itu hanya diterangi oleh pendar pucat dari layar laptop dan remang lampu jalan yang menerobos lewat kisi-kisi jendela. Di atas meja kayu yang mulai terkelupas catnya, dua cangkir kopi hitam yang sudah dingin berdiri berdampingan dengan tumpukan buku referensi yang halamannya saling bertumpuk acak. Suara detik jam dinding terasa

    “KLIK DISINI”